Please use this identifier to cite or link to this item: http://localhost:8080/jspui/handle/123456789/28
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorDoni, Ismail-
dc.date.accessioned2022-11-04T07:58:26Z-
dc.date.available2022-11-04T07:58:26Z-
dc.date.issued2014-
dc.identifier.urihttp://localhost:8080/jspui/handle/123456789/28-
dc.description.abstractProses peregangan di mesin ring spinning dilakukan dengan melewatkan bahan pada pasangan rol peregang yang kecepatannya semakin cepat dari pasangan rol pertama ke pasangan rol di depannya. Sepasang rol peregang terdiri dari rol peregang atas ( top roll ) dan rol peregang bawah ( bottom roll ) . Top roll adalah rol peregang atas dari pasangan rol peregang pada mesin ring spinning yang berbentuk silinder terbuat dari bahan logam dan karetsintetis.Rol peregang atas ini dalam jangka waktu tertentu akan mengakibatkan kondisi top front roll tidak sesuai lagi dengan kondisi semula atau menjadi tidak rata dan mengalami perubahan diameter akibat gesekan dengan bahan baku roving dan juga rol peregang bawah ( bottom roll ) . Salah satu upaya dalam pemeliharaan rol agar kondisi rol yang tidak rata menjadi rata kembali sehingga mutu benang yang dihasilkan tetap terjaga, yaitu dengan cara penggerindaan. Proses penggerindaan ini mengakibatkan berubahnya diameter rol, sehingga rol mengalami perubahan sifat dan mempengaruh imutu benang yang dihasilkan. Dilakukan pengujian untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh diameter top front roll terhadap ketidakrataan, kekuatan tarik dan mulur benang rayon viskosa Ne 1 30 dengan menggunakan variasi diameter top front roll 29 mm, 28.7 mm, 28.4 mm 28.1 mm dan 27.8 mm. Berdasarkan hasil pengujian dan perhitungan statistic didapat keterangan bahwa perbedaan variasi diameter top front roll menunjukan adanya perbedaan terhadap nilai ketidakrataan benang ( U% ) , kekuatan tarik ( g/tex ) dan mulur ( % ) benang. Sedangkan terhadap nomor benang tidak menunjukan adanya perbedaan. Semakin kecil diameter top front roll yang dipakai maka kerataan benang yang dihasilkan akan berkurang. Dapat disimpulkan bahwa batas optimum diameter top font roll yang dapat digunakan sebesar 28 mm, sedangkan untuk ukuran diameter top front roll 27.8 mm sudah tidak bisa digunakan lagi dikarnakan sudah melebihi batas minimum.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.titleSUATU PENGAMATAN TENTANG PENGARUH DIAMETER TOP FRONT ROLL TERHADAP MUTU BENANG RAYON Ne 30 PADA MESIN RING SPINNING TOYODA TIPE RX 210en_US
dc.typeOtheren_US
Appears in Collections:Teknik Tekstil

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
BAB I.pdf191.88 kBAdobe PDFView/Open
BAB II.pdf526.27 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.