Please use this identifier to cite or link to this item: http://localhost:8080/jspui/handle/123456789/1342
Title: PENGAMATAN TENTANG PENYETELAN VARIASI YARN TENSION TERHADAP KUALITAS KAIN RAJUT BUNDAR SINGLE JERSEY DI MESIN RAJUT BUNDAR PAILUNG (30’’X28G)
Authors: Faisal, Setiawan
Issue Date: 2022
Abstract: PT Indo Taichen textile industri memproduksi kain rajut, salah satunya adalah kain rajut jenis single jersey. Departemen knitting merupakan bagian yang paling bertanggung jawab terhadap proses pembuatan kain rajut greige, dalam hal ini tentu harus bisa memenuhi standar mutu yang tinggi untuk menjaga kepuasan para konsumen. Untuk menjaga kualitas kain tentunya harus memperhatikan berbagai hal dalam menjalankan proses produksi di lapangan yaitu penggunaan bahan baku yang baik, penyetelan mesin yang benar sehingga kain yang dihasilkan tidak cacat. Maksud dari pengamatan ini adalah untuk mengetahui hasil kualitas kain yang baik saat kain di produksi dan setelah dilakukan pengujian terhadap kain Tujuan dari pengamatan ini untuk mendapatkan hasil penyetelan tension pada mesin yang tepat dan dapat dijadikan acuan sebagai standart penyetelan tension pada jenis kain single jersey. Percobaan dilakukan pada satu mesin rajut bundar single knit merk Pailung PL-KR1.5A/C (30’’X28G) untuk membuat kain single jersey dengan PO 2005614/IV/22. Penyetelan mesin dilakukan sesusai dengan master produk. Untuk mendapatkan variasi tension penyetelan dilakukan pada bagian sticth cam. Selanjutnya dilakukan pengujian pada beberapa sampel kain rajut yaitu pengujian gramasi, pengujian kekuatan jebol dan pengujian kekuatan tarik pada kain rajut. Pengujian kekuatan jebol dilakukan dengan berpedoman pada ASTM D 6797-07 berdasarkan (American Standard Testing and Material) mengenai pengujian kekuatan jebol terhadap kain. Pengujian kekuatan Tarik dilakukan dengan berpedoman pada ASTM D 4964-96-(2016) berdasarkan (American Standard Testing and Material) mengenai pengujian kekuatan Tarik terhadap kain. hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukjan bahwa penyetelan tension pada angka 8g memiliki nilai rata-rata tertinggi dari hasil pengujian yang telah dilakukan. Pada Percobaan pertama penyetelan tension dilakukan dengan mengikuti acuan dari master produk dengan tension 6g dan nilai rata-rata yang dihasilkan adalah sebesar 94,18lbf. Sementara hasil percobaan pada tension 8g nilai rata-rata yang dihasilkan lebih tinggi yaitu sebesar 96,36lbf. Pada Percobaan pertama penyetelan tension dilakukan dengan mengikuti acuan dari master produk dengan tension 6g dan nilai rata-rata yang dihasilkan adalah sebesar 45,01lbf. Sementara hasil percobaan pada tension 8g nilai rata-rata yang dihasilkan lebih tinggi yaitu sebesar 47,28lbf. Berdasarkan dari hasil data pengujian yang telah dilakukan yaitu pengujian kekuatan jebol dan kekuatan tarik dapat disimpulkan bahwa penyetelan tension yang memiliki nilai terbaik adalah penyetelan pada tension 8g. Apabila dibandingkan dengan tension yang mengacu pada master produk yaitu tension 6g nilai hasil data pengujian yang di dapat lebih kecil dibandingkan dengan penyetelan pada tension 8g. Maka penyetelan tension yang digunakan dalam pembuatan kain single jersey dengan No item SJY21095 sebaiknya menggunakan tension 8gram.
URI: http://localhost:8080/jspui/handle/123456789/1342
Appears in Collections:Teknik Tekstil

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
BAB I.pdf955.42 kBAdobe PDFView/Open
Daftar Isi.pdf1.72 MBAdobe PDFView/Open
Daftar Pustaka.pdf643.56 kBAdobe PDFView/Open
Intisari.pdf749.18 kBAdobe PDFView/Open
Lampiran.pdf1.73 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.