Please use this identifier to cite or link to this item: http://localhost:8080/jspui/handle/123456789/51
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorDewi, Tara Nur Rakhmi-
dc.date.accessioned2022-11-05T05:25:54Z-
dc.date.available2022-11-05T05:25:54Z-
dc.date.issued2014-
dc.identifier.urihttp://localhost:8080/jspui/handle/123456789/51-
dc.description.abstractBerdasarkan hasil pengamatan pada bagian gudang bahan baku kain selama melakukan praktik kerja lapangan di PT Shafira Laras Persada. Diketahui terdapat penumpukan bahan baku kain produk Bergo Marsha HL Shasti yang sumber masalahnya berada pada proses perencanaan dan pengendalian bahan baku, yaitu perusahaan pada umumnya melakukan perencanaan dan pengendalian persediaan berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, karena perusahaan tidak memiliki metode perhitungan bahan baku yang sesuai agar menghasilkan jumlah persediaan bahan baku yang optimal sehingga tidak menyebabkan penumpukan persediaan. Berdasarkan data pengamatan yang diperoleh kain yang digunakan untuk produksi Bergo Marsha HL Shasti adalah kain knit printing motif bunga dan kain lycra spandex. Bahan baku tersebut terdapat sisa, yaitu kain knit printing motif bunga sebanyak 250 kg dan kain lycra spandex sebanyak 40 kg. Penyebab adanya sisa atau penumpukan persediaan kain ini adalah tidak adanya perhitungan kebutuhan bersih bahan baku yang dibutuhkan, sehingga menyebabkan perusahaan selalu memesan bahan baku dengan kuantitas yang melebihi kebutuhan bersihnya. Berdasarkan analisa data yang ada permasalahan tersebut dapat diatasi dengan penerapan metode Material Requirement Planning untuk mengendalikan persediaan, metode ini akan menghasilkan gambaran yang jelas mengenai kebutuhan bersih kain, sisa bahan baku yang masih di gudang, serta dapat mengetahui jadwal kapan pemesanan dan kedatangan kain. Setelah dilakukan perhitungan dengan langkah langkah pada metode Material Requirement Planning maka dihasilkan kebutuhan ekonomis dan waktu pemesanan yang tepat untuk tiap-tiap bahan baku untuk produksi bulan Maret dan April. Untuk kain knit printing motif bunga dilakukan pemesanan sebanyak 1 kali pada minggu pertama bulan Maret dengan kuantitas 3442 kg dan untuk kain lycra spandex membutuhkan pemesanan sebanyak 4 kali pada bulan Maret 1 kali dan ketiga kalinya pada bulan April dengan kuantitas masing-masing periode pemesanan sebanyak 66 kg. Penerapan metode ini sudah terbukti tidak menyebabkan penumpukan dengan pengaturan jadwal pemesanan dan kedatangannya disertai dengan perhitungan kebutuhan bersih yang tepat sehingga menghasilkan jumlah persediaan optimalen_US
dc.language.isootheren_US
dc.titleUPAYA PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KAIN PRODUK BERGO MARSHA HL SHASTI GUNA MENGATASI PENUMPUKAN PERSEDIAAN DI PT SHAFIRA LARAS PERSADAen_US
dc.typeOtheren_US
Appears in Collections:Produksi Garmen Dan Fashion Desain

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
BAB I.pdf169.42 kBAdobe PDFView/Open
BAB II.pdf307.33 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.