Please use this identifier to cite or link to this item: http://localhost:8080/jspui/handle/123456789/245
Title: STUDI PROSES PENYEMPURNAAN TAHAN NYALA API CARA PAD-DRY-CURE (ONE DIP ONE NIP DAN TWO DIP TWO NIP) MENGGUNAKAN CAMPURAN SENYAWA POLIFOSFAT DAN SURFAKTAN NONION (NEOSTECKER HF-920) DENGAN STIFFENER KANJI POLIESTER (KASESOL ES-09), TERHADAP SIFAT FISIK KAIN POLIESTER UNTUK JOK KURSI
Authors: Irma, Nurmuslimah
Issue Date: 2015
Abstract: Salah satu proses yang dilakukan PT “X” adalah proses penyempurnaan kain poliesteruntuk jok kursi mobil, yang telah melalui proses persiapan penyempurnaan (pemasakan dan pengelantangan) dan proses pencelupan dengan zat warna dispersi Teratop Black HLNF 2,2%. Proses selanjutnya yang dilakukan adalah proses penyempurnaan tahannyala api (Flame retardancy) dengan Nicca Fi-None P-205 (senyawa Fosforik Guanidin)dan zat penambah kaku (Stiffener) dengan Kasesol ES-09 (kanji poliester). Prosestersebut dilakukan dengan cara padding two dip two nip, dilanjutkan dengan prosespengeringan (Dry) dan pemanasawetan (Cure). Cara padding two dip two nip tersebutdilakukan karena zat tahan nyala api Nicca Fi-None P-205 mempunyai sifat kationik dantidak dapat dicampur dengan stiffener (Kasesol ES-09) yang bersifat anionik jikadilakukan dengan proses one dip one nip. Proses tersebut menghasilkan sifat fisik kain yang sudah memenuhi persyaratan konsumen, akan tetapi perusahaan ingin melakukanpenyederhanaan proses agar didapat waktu proses penyempurnaan tahan nyala api lebihcepat untuk hasil yang sama yaitu dengan cara one dip one nip. Perubahan metode penyempurnaan menggunakan stiffener yang sama (Kasesol ES09) dan zat tahan nyala api Neostecker HF-920 yang bersifat nonionik (campuran senyawa polifosfat dan surfaktan nonion), dengan cara Pad (one dip one nip atau two dip two nip), pengeringan (Dry) dan pemanasawetan (Cure), disingkat Pad-Dry-Cure. Percobaan dilakukan terhadap kain poliester untuk bahan jok mobil dengan variasi Kasesol ES-09 (0, 10, 20, 30 g/L) dan variasi Neostecker HF-920 (10, 20, 30, 40 g/L) dengan dasar penentuan variasi sesuai resep standar perusahaan, diagram alir proses sesuai Gambar 1.2 halaman 5. Terhadap hasil percobaan tersebut, dilakukan pengujian nilai tahan nyala api, ketuaan warna, kekakuan kain, kemampuan kain kembali dari kekusutan serta tahan nyala api setelah pencucian berulang, Data hasil pengujian diolah dengan metode statistika yaitu Analisa Variansi (ANAVA) dua faktor, serta uji rentang Newman Keuls. Hasil dari percobaan tersebut, didapatkan bahwa variasi konsentrasi Kasesol ES-09 berpengaruh terhadap ketuaan warna, kekakuan kain dan kemampuan kain kembali dari kekusutan. Variasi konsentrasi Neostecker HF-920 berpengaruh terhadap nilai tahan nyala api sebelum dan setelah pencucian berulang, ketuaan warna, dan kekakuan kain. Hasil optimum diperoleh pada cara One Dip One Nip dengan variasi Neostecker HF-920 30 g/L dan Kasesol ES-09 30 g/L, dengan Nilai tahan nyala api arah lusi 13,91 detik dan arah pakan 14,04 detik, kekakuan kain 1,489 mg.cm, kemampuan kain kembali dari kekusutan arah lusi 150,00 derajat dan arah pakan 150,33 derajat serta ketuaan warna (K/S) 14,624. Setelah pencucian berulang Nilai tahan nyala api arah lusi menjadi 16,17 detik dan arah pakan 16,21 detik. Cara padding one dip one nip tersebut meningkatkan jumlah produksi per shiff kerja sebesar 44,44% dibanding cara two dip two nip.
URI: http://localhost:8080/jspui/handle/123456789/245
Appears in Collections:Kimia Tekstil

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
BAB I.pdf125.82 kBAdobe PDFView/Open
Daftar Isi.pdf139.42 kBAdobe PDFView/Open
Intisari.pdf101.45 kBAdobe PDFView/Open
Lampiran.pdf559.8 kBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.