Please use this identifier to cite or link to this item:
http://localhost:8080/jspui/handle/123456789/1724| Title: | PENGARUH KONSENTRASI ENZIM SELULASE ASAM DAN THERMOCOL BALL PADA PROSES PENCUCIAN GARMEN METODE BIOPOLISHING UNTUK KAIN RAJUT KAPAS |
| Authors: | Ayuniasari, Fauzi |
| Issue Date: | 2021 |
| Abstract: | Proses pelusuhan pakaian telah menjadi tren fashion mas akini dan telah banyak dikerjakan agar dapat menghasilkan efek tertentu yang menampilkan kenampakan berbeda setelah dilakukan proses pencucian. Proses pencucian garmen memiliki beberapa macam metode yakni stone wash, acid wash, dan biopolishing. Biopolishing mempunyai tujuan utama yaitu untuk meningkatkan kualitas kain dengan menghapus dengan permanen serat yang menonjol. Nama lain dari biopolishing adalah bioblasting yaitu untuk mencegah terjadinya pilling. Pil merupakan istilah dalam tekstil yang menggambarkan permukaan kain yang kasar karena akibat dari terbentuknya bola-bola serat pada permukaan kain. Pengembangan untuk meningkatkan kualitas proses pencucian garmen menggunakan batu apung sintetis agar pakaian menjadi lebih lembut dan life time dari mesin cuci bisa lebih tahan lama. Efek yang ditimbulkan jika menggunakan batu apung pada kain rajut akan menyebabkan kain menjadi berlubang dan abrasi. Sehingga batu apung untuk kain kapas rajut dapat diganti menggunakan batu apung sintetis. Salah satu batu apung sintetis yaitu, thermocol ball. Sama hal nya dengan batu apung, penggunaan thermocol ball dapat memberikan efek lusuh di kain namun tidak menjadikan kain berlubang pada hasil akhirnya. Thermocol ball merupakan ikatan kimia yang terdiri dari molekul poliestiren (produk minyak bumi sintetis) dan mengembangkan zat yang bernama strecth polystyrene. Thermocol dalam istilah lain dikenal sebagai Expanded Polystyrene (EPS). Polystyrene (PS) adalah polimer hidrokarbon (minyak bumi) yang terdiri dari molekul styrene dan benzena. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan thermocol ball pada pencucian garmen menggunakan kain rajut kapas yang telah di celup dengan zat warna reaktif untuk melihat efek lusuh yang akan dihasilkan. Enzim yang digunakan merupakan enzim selulase tipe asam dengan pH 5,5 suhu 600C dalam waktu 30 menit. Enzim digunakan sebanyak 1% dan 2 % dengan pemakaian thermocol ball dengan jumlah 2 buah thermocol ball (1,24 gram) dan 4 buah thermocol ball (2,44 gram). Lalu dilakukan proses evaluasi. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian pilling kain, pengujian persen pengurangan berat (SNI ISO 7211-6), pengujian ketuaan warna (SNI ISO 105-J03) dan pengujian tahan jebol secara diagfrgma (SNI ISO 13938-1). Kondisi optimum setelah dilakukan proses biopolishing dengan menggunakan enzim selulase tipe asam ditambah penggunaan thermocol ball dicapai dengan hasil pengujian menunjukan bahwa pada konsentrasi enzim 2% dan variasi thermocol ball 4 buah. Pada pengujian pilling menghasilkan grade no.4 pilling standar. Pengujian pengurangan berat hasil sebesar 1,8%. Pengujian tingkat ketuaan warna menghasilkan 1,463 K/S. Pengujian tahan jebol cara diagfragma yaitu 10,71 kg/m2. |
| URI: | http://localhost:8080/jspui/handle/123456789/1724 |
| Appears in Collections: | Kimia Tekstil |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| BAB I.pdf | 2.21 MB | Adobe PDF | View/Open | |
| Daftar Pustaka.pdf | 2.21 MB | Adobe PDF | View/Open | |
| Intisari.pdf | 2.21 MB | Adobe PDF | View/Open | |
| Lampiran.pdf | 2.21 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.