Please use this identifier to cite or link to this item:
http://localhost:8080/jspui/handle/123456789/1719| Title: | PENGARUH DOSIS H2O2:FeSO4 TERHADAP PERBANDINGAN METODE FENTON- ELEKTROKOAGULASI DAN ELEKTROKOAGULASI-FENTON UNTUK MENINGKATKAN PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TEKSTIL |
| Authors: | Adryan, Muhammad Fauzan |
| Issue Date: | 2021 |
| Abstract: | Industri tekstil merupakan industri yang memiliki beragam proses untuk menghasilkan produk. Produk tekstil diperoleh dari berbagai macam proses, seperti proses persiapan penyempurnaan, proses pencelupan, proses pencapan dan proses penyempurnaan. Pada proses tersebut digunakan berbagai macam zat kimia, seperti zat pembantu, zat warna, zat penyempurnaan dan lain sebagainya. Hal ini membuat limbah hasil produksi tekstil menghasilkan air limbah dengan kadar polutan yang tinggi dan tidak mudah terurai. oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan limbah agar ketika dibuang tidak akan menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Berbagai macam cara dapat dilakukan untuk mengolah limbah tekstil, diantaranya proses elektrokoagulasi dan fenton. Elektrokoagulasi merupakan metode gabungan dari proses pengolahan air limbah secara elektrokimia dan koagulasi-flokulasi dengan menggunakan elektroda. Elektroda tersebut terdiri dari katoda dan anoda. Pada anoda terjadi pelepasan koagulan aktif berupa ion logam Al3+ kedalam larutan dan pada katoda terjadi reaksi elektrolisis berupa pelepasan gas hidrogen. Fenton merupakan perpindahan elektron H2O2 dan aktivitas Fe2+ sebagai katalis homogen. Proses oksidasinya didasarkan pada campuran H2O2 dengan Fe2+ untuk menghasilkan radikal hidroksil (OH•) pada pH asam, dan radikal hidroksil ini dapat berekasi dengan cepat dalam lingkungan air. Salah satu kelebihan proses elektrokoagulasi adalah mampu memberikan efisiensi penyisihan nilai TSS dan COD pada limbah cukup tinggi, tanpa menggunakan bantuan bahan kimia. Sementara salah satu kelebihan proses fenton adalah dapat mengoksidasi senyawa organik maupun anorganik. Percobaan dilakukan pada air limbah industri tekstil PT. X. Kondisi proses pada percobaan ini meliputi besarnya dosis H2O2:FeSO4. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan pengolahan air limbah industri tekstil menggunakan perbandingan metode Fenton-Elektrokoagulasi dan Elektrokoagulasi-Fenton dengan kondisi proses dosis H2O2:FeSO4 (10:0.1), (30:0.1), (50:0.1), dan (70:0.1) mM. pengolahan dilakukan pada pH 3 untuk proses fenton dan pH 4 untuk proses elektrokoagulasi. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian nilai efisiensi penyisihan COD, BOD, TSS, dan pH. Hasil pengujian menunjukkan kondisi proses optimum untuk metode Fenton- Elektrokoagulasi dicapai pada dosis H2O2:FeSO4 (30:0.1) mM dengan nilai efisiensi penyisihan COD 98.75%, BOD 95%, TSS 95.17, dan pH akhir 7. Untuk metode Elektrokoagulasi-Fenton dicapai pada dosis H2O2:FeSO4 (30:0.1) mM dengan nilai efisiensi penyisihan COD 92.5%, BOD 92.5%, TSS 94.8, dan pH akhir 8. Dari pengolahan limbah kedua metode yang dilakukan diketahui bahwa proses ini berpengaruh terhadap nilai efisiensi penyisihan COD, BOD, TSS, dan pH. Perbandingan metode yang paling optimum adalah pada metode Fenton- Elektrokoagulasi dengan dosis H2O2:FeSO4 sebesar (30:0.1) mM . |
| URI: | http://localhost:8080/jspui/handle/123456789/1719 |
| Appears in Collections: | Kimia Tekstil |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| BAB I.pdf | 1.11 MB | Adobe PDF | View/Open | |
| Daftar Isi.pdf | 1.4 MB | Adobe PDF | View/Open | |
| Daftar Pustaka.pdf | 1.09 MB | Adobe PDF | View/Open | |
| Intisari.pdf | 1.05 MB | Adobe PDF | View/Open | |
| Lampiran.pdf | 1.29 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.